Tuesday, September 25, 2007
Pilu, Awal Ramadhan Menguji
awal Ramadhan yang menguji
tentang kehilangan
tak terterpa akal
jauh,
di sebalik janji luh mahfuz
telah tertulis
kisahmu, nurin.
Al-fatihah.
Aku seperti kehilangan kata-kata. Takziah keluarga Nurin.
http://www.nurinjazlin.blogspot.com/
Thursday, September 20, 2007
Cerita Lain tentang Kemerdekaan

Agak terlewat untuk memperkata kemerdekaan kerana kemerdekaan bagi kebanyakan kita adalah musim Ogos sahaja. Maka saya membuat kelainan, memperkata kemerdekaan (ulangtahun) pada bulan September. Ya, mungkin terlewat bagi mereka yang tidak pernah ambil tahu tentang kemerdekaan yang sebenar-benarnya.
Inilah puisi saya. Puisi sederhana segala-galanya.
Cerita Lain tentang Kemerdekaan
burung-burung bersarangan, damai menyemati diri
dalam-dalam diusik bayu sentosa bumi terindah
perjuangan belum tamat dikisahkan
namun kita cepat bertepuk tangan
sama-sama, bergembira
awan putih, langit biru, kasih satu
sungguh-sungguh, nikmat dikecap
perjuangan, seberat manapun jarang difikirkan
mahal keringat jerih payahnya
kita hanya (masih) bertepuk tangan
menjerit melaung tanpa makna sebati
sama-sama, bergembira
daun-daun berguguran melewati hari
aliran di sungai menghimpun kedukaan
langkah ke puncak sering tersangkut
harapan terhalang dek kewalahan memanjang
impian seumpama slogan ditertawakan
cita-cita murni disindir tanpa perdebatan
maka beginilah
mengusung cerita komedi ke sana ke mari
sedang diri tanpa genggaman berisi
suara ini bukan pancaran pesimisme
jatidiri telah dikukuhkan sejak berzaman-zaman
namun percayalah, kealpaan dan khayalan
akan menghanyutkan melainkan segera ingat
perlu berubah, perlu kembali digubah
sesekali langit mendung memberi isyarat
hujan, turunlah semahu-mahunya
biar bumi ini berbanjir nasionalisme
lupakan pedih atau cerita sedih
letakkan fantasia sepanjang hari ke tepi
jalinan kemerdekaan yang berselirat
telusuri alurnya namun perlu gagah
tiada kata lain untuk kemerdekaan ini
hanya bersedia dan berjuanglah lagi!
ARIFF MOHAMAD
Wednesday, September 19, 2007
Bermain dengan Mimpi dan Kreativiti

Novel-novel ini menyingkap tentang perjuangan dari sisi yang tersendiri, kemanusiaan yang telus, kasih yang dalam, persahabatan yang mulus. Kejujuran terpancar di mana-mana. Cuma bertanya di dalam diri kita, di mana kita berada?
Pada kulit luar Sang Pemimpi ada dipetik kata-kata Sasterawan Ahmad Tohari, "Andrea adalah jaminan bagi sebuah karya sastera bergaya saintifik dengan penyampian yang cerdas dan menyentuh". Manakala Prof Sapardi Djoko Damono, dari Universitas Indonesia menyebut karya Andrea sebagai metafora yang berani, tidak biasa, tidak terduga, kadang kala ngawur (tidak berdasar kebenaran), namun amat memikat.
Seorang bloger yang dikenali sebagai Muhammad Sulhanudin mengatakan, daya tarik yang menonjol dari karya-karya Andrea juga terletak pada kemungkinan yang amat luas dari eksplorasinya terhadap karakter dan peristiwa. Setiap paragraf yang disajikan seakan dapat berkembang menjadi sebuah cerpen, dan setiap bab mengandung letupan intelegensia, kisah, dan romantika untuk untuk dapat tumbuh menjadi buku tersendiri. Andrea tidak pernah kehilangan idea dan cerdik dalam melihat suatu fenomena dari sudut yang tidak pernah dilihat oleh orang lain. Setiap kalimatnya potensial. Ironi diolahnya menjadi jenaka, cinta pertama yang absurd menjadi mempesona, tragedi diparodikan, ilmu fizika, kimia, biologi dan astronomi diolah menjadi sastera.Telah banyak pujian dilontarkan atas kematangan karya maupun teknik menulis alumnis Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia yang mendapat biasiswa sarjana di Paris de University, Sorbonne, Perancis itu.
Begitulah. Kebijaksanaan dan kreativiti.
Saya boleh katakan, hanya mimpi, namun adakalanya boleh dicapai dengan kreativiti.
Tuesday, September 18, 2007
Lama Tak Jumpa

Lama, terlalu lama blog ini tidak dikemaskini dan tiada post baru. Mulanya ingin menyepi seketika memberi tumpuan urusan rasmi dan karya penulisan. Rupa-rupanya semakin diberi tumpuan semakin banyak dan semakin tidak pernah selesai. Ada sahaja hari demi hari, berkurang yang ini, bertambah yang lain pula.
Kesihatan sedikit terganggu. Aktiviti pun macam-macam. Selain menguruskan seminar, berminat pula hadiri seminar lain, jadi pembentang mesti siapkan kertas kerja, jadi peserta pun kena beri perhatian.
Buku, semakin bertambah di rak. Hingga kadang-kadang masalah hendak baca yang mana satu dahulu. Sedang baca yang ini teringat mahu baca yang lain.
Fikiran kadang-kadang letih, perasaan juga terusik. (Tak perlulah cerita di sini)
Apapun, saya ingin kembali berblog dengan kadar yang mampu. Insya Allah.
Kawan-kawan, dan pelajar saya, sila beri sokongan.
Terima kasih.
Selamat berpuasa.
Dan saya baru menyambut ulangtahun ke -- tiga hari lalu. bukan dengan piza atau spageti tetapi martabak Maidin Sungai Sekamat Kajang.
Menjejak Blog
- chulan chin
- cikgu aminhad
- dato baha
- datuk anwar ridhwan
- ghazali lateh
- hasrina
- helmy samad
- jimadie shah
- jiwa rasa
- luqman
- lutfi ishak
- m kholid
- marsli n.o
- mawar shafie
- nazmi yaakub
- nisah haron
- prof abdullah
- rahimidin
- raihani
- ridzuan harun
- s.m zakir
- sahrunizam
- saifullizan
- saleeh rahamad
- salina ibrahim
- salman sulaiman
- sham aljohori
- ummi hani
- ustaz azman
- w.b rendra
- zaid akhtar
- zarif