Monday, June 25, 2007

Sebuah Puisi tentang Kehilangan

Poetri Kehilangan Pahlawanku
(Alfahihah. Mengenang ayahanda yang kembali ke rahmat Allah pada 25 Mei 2007)

aku hilang suara seketika
pahlawanku telah pergi
tak tertangguh sesaat pun
apabila tiba waktu janjinya
pahlawanku tetap pergi

jemari kugenggam dalam wajah senyum
pergimu dalam kesempurnaan
yang dihadiah berkah kuasa Allah
dalam syahdu alam tersembunyi
kuamati wajahmu, kuresapi kasihmu
kenangan, biarpun nanti menjauh
kau kukuh abadi di hatiku

ketabahan yang kau ajarkan
kasih yang kau limpahkan
tanggungjawab yang kau asaskan
ilmu yang kau utamakan
ihsan dan iman yang kau ingatkan
disiplin yang kau tegaskan
prinsip diri yang kau kiaskan
rupa-rupanya menjadikan aku lebih
menjadi daripada yang kau sangkakan

ayahanda,
pahlawan di hatiku hanya satu
adalah dirimu
dalam diriku, ada kekuatanmu.

ARIFF MOHAMAD

5 comments:

Aa said...

ya, alfatihah buat beliau.

ilmu sang pahlawan
yang sudah dicurahkannya
padamu
moga mendapat berkah

Jiwa Rasa said...

Sdr Ariff,

Salam Takziah. Saya doakan roh beliau dicucuri rahmat.

Moga sdr sekeluarga juga diberi kesabaran dan kekuatan untuk terus meneruskan hidup.

Anonymous said...

alfatihah dan takziah buat ariff sekeluarga..saya tujukan puisi ini utkmu

ayah,
mana bisa kukirim doaku dengan tangan ini
tapi dengan kekuatan imanku

ayah
bersemadilah dikau di sana
dalam dakapanNya dan lambaian dari kami,anak-anakmu

ayah
betapa rindu akan diriku pada dirimu
tapi DIA lebih merindui dirimu

ayah
kami pasrah
akan panggilannya untukmu

al-fatihah ayah tersayang

Raihani said...

Salam takziah, al-fatihah dan segala doa yang sepatutnya untuk saudara sekeluarga.

Kehilangan itu akan berganti dengan satu bentuk yang lain.

masbahak said...

ngopi puisinya yach..........